Senin, 09 Januari 2012

Change Warcraft Version

Download Warcraft Version Switcher


Sekarang sudah tersedia patch terbaru untuk warcraft, memperbarui versi sebelumnya yaitu 1.25b patch. 
Ada dua file yang di gunakan untuk mengganti versi nya...
Ok langsung aja bisa langsung di download di link di bawah ini.
Monggo disedot gan..... ^^

  • Warcraft Version Switcher - download
  • TFT Version 1.26a patch (1.26.0.6401)


Minggu, 08 Januari 2012

DoTa Maps Downloads

Download Map DoTA & Map DoTA AI Terbaru



Related Maps :
  • 6.72
  • 6.72f AI "Nightmare" version 1.2
  • 6.73
  • 6.73b - download
 Upcoming Maps :
  • 6.73c
  • 6.73 AI
  • 6.74 
 

Senin, 07 November 2011

Network File System

Network File System disingkat NFS adalah sebuah kumpulan protokol yang digunakan untuk mengakses beberapa sistem berkas melalui jaringan.


NFS merupakan sebuah sistem berkas terdistribusi yang dikembangkan oleh Sun Microsystems Inc. pada awal dekade 1980-an yang menjadi standar de facto dalam urusan sistem berkas terdistribusi. NFS didesain sedemikian rupa untuk mengizinkan pengeksporan sistem berkas terhadap jaringan yang heterogen (yang terdiri dari sistem-sistem operasi yang berbeda dan platform yang juga berbeda). Teknologi NFS ini dilisensikan kepada lebih dari 200 vendor komputer dan jaringan, dan telah dibuat implementasinya pada banyak platform dan sistem operasi, termasuk di antaranya adalah UNIX, GNU/Linux, Microsoft Windows, dan lingkungan mainframe.

Instalasi NFS

Agar mampu menggunakan NFS, Anda perlu terlebih dahulu menginstalnya ke Ubuntu Anda. Caranya adalah dengan mengeksekusi kode :

    #apt-get install nfs-kernel-server

Ketika  muncul perintah Do You Want to continue, ketikan Y dan tekan Enter


Gunakan perintah berikut untuk menginstalasi beberapa software yang diperlukan untuk NFS Server.

    emozzart@eMozzart:~$ sudo apt-get install nfs-kernel-server nfs-common portmap

 
Konfigurasi portmap agar tidak bind loopback dengan menggunakan perintah sbb :

    emozzart@eMozzart:~$ sudo dpkg-reconfigure portmap

Kemudian restart Portmap menggunakan perintah dibawah ini :

    emozzart@eMozzart:~$ sudo /etc/init.d/portmap restart
 

Konfigurasi NFS

NFS exports dari sebuah server dikontrol oleh sebuah file /etc/exports. Masing-masing baris dimulai dengan path dari sebuah direktori yang akan di export, dan dipisahkan dengan spasi dari klien yang diperbolehkan mengakses.

Edit file exports dengan menggunakan perintah berikut :

    emozzart@eMozzart:~$ sudo vi /etc/exports

Berikut contoh baris yang ditambahkan dalam file /etc/exports

Folder yang dishare pada server adalah /home/data-share dan klien yang bisa mengakses dengan otorisasi read-write adalah komputer dengan IP 192.168.1.21 s.d 192.168.1.26, baris yang kita tambahkan adalah :

    /home/data-share 192.168.1.21/26(rw,no_root_squash,async)

atau untuk read only dari sebuah komputer :

    /home/data-share 192.168.1.7 (ro,async)

save file dan keluar.

Klien dapat dispesifikasikan dengan IP maupun dengan nama mesinnya.

Kita harus merestart NFS Server dengan perintah berikut :

    emozzart@eMozzart:~$ sudo /etc/init.d/nfs-kernel-server restart

Jika kita membuat perubahan dalam file /etc/exports di NFS server yang sedang berjalan, kita dapat merubahnya langsung dengan menggunakan perintah :

    emozzart@eMozzart:~$ sudo exportfs -a

Nah server dah selesai kita install dan setting. Sekarang saatnya mengkonfigurasi klien agar dapat mengakses folder yang kita sharing di server.

 
Instalasi NFS Klien

Gunakan perintah berikut :

    emozzart@eMozzart:~$ sudo apt-get install portmap nfs-common

Perintah ini akan menginstall paket-paket yang diperlukan oleh klien NFS.

Mounting Manual

Dalam tutorial ini kita akan memounting 192.168.1.26:/home/data-share ke /home/data-share-client. Dalam hal ini komputer dengan alamat IP 192.168.1.26 adalah server tempat folder yang akan dishare, dan /data-share adalah nama share yang ada di komputer server. (Catatan : Mount point /home/data-share-client terlebih dahulu harus sudah ada di komputer klien)

Untuk membuat direktori gunakan perintah dibawah ini :

    emozzart@eMozzart:~$ sudo mkdir data-share-client

Kita harus memounting folder yang dishare dengan perintah berikut :

    emozzart@eMozzart:~$ sudo mount 192.168.1.26:/home/data-share /home/data-share-client

Setelah itu kita perlu me restart services dengan perintah berikut :

    emozzart@eMozzart:~$ sudo /etc/init.d/portmap restart

    emozzart@eMozzart:~$ sudo /etc/init.d/nfs-common restart

Selain mounting manual, kita juga bisa memounting otomatis ketika boot dengan mengedit file /etc/fstab

    emozzart@eMozzart:~$ sudo vi /etc/fstab

Dalam tutorial ini baris yang ditambahkan pad afile /etc/fstab adalah sbb :

    192.168.1.26:/home/data-share-client /home/data-share-client nfs rw 0 0

192.168.1.26 adalah nama servernya, /data-share-client adalah folder yang dishare, dan /home/data-share-client adalah nama mount point yang tadi telah dibuat.


Simpan dan keluar, kemudian log off dan login lagi. Nah, NFS sudah berhasil dilakukan! Setelah restart otomatis folder yang bersangkutan akan ter-share, Anda bisa melihat justifikasinya dengan mengklik kanan pada folder yang akan di-sharing. Selanjutnya, pilih menu Sharing Options dan selanjutnya, pada jendela File Manager akan terdapat indikasi bahwa folder tersebut sudah ter-share dan siap diakses oleh komputer lain.

Rabu, 02 November 2011

Instalasi dan Konfigurasi DHCP

Hai.hai.... sobat blogger...
ktemu lagi dengan saya dalam acara berpacu dalaaaaaam melodi..
loh??? loh?? berasa kyak pmbawa acara --"
hhaha
Just kidding! Okeh kali ini sya akan bahas seputar instalasi dan konfigurasi DHCP pada OS linux..
loh kog linux?  yaa, secara open source gtu loh.. hhaha
ini step by step instalasi nya, uda di praktekin langsung di lab di kampus tercinta saya... sigh :D

Okedeh, cekidottt!

Sebelumnya uda pada tau belum DHCP itu apa?
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)  adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.


Cara Kerja DHCP pada jaringan

Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.

* DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
* DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.

DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.

Nah itu beberapa pengantar mengenai DHCP server , trus gmna instalasi nya?
Oke, sabar2...

Instalasi server DHCP

Ketikan command ini pada terminal anda :

sudo apt-get install dhcp3-server 

DHCP akan terinstall pada PC anda
Kemudian berikut adalah konfigurasinya 

 
Konfigurasi Server DHCP

Metode Address Pool
Ketik command ini pada terminal :
sudo vi /etc/default/dhcp3-server 

cari
INTERFACES = ""
ganti dengan
INTERFACES = "eth0"
save dan exit

langkah selanjutnya buka file
sudo vi /etc/dhcp3/dhcpd.conf 
 
Edit konfigurasinya menjadi seperti dibawah ini

subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.0.100 192.168.0.200;
option domain-name-servers 202.188.0.133, 202.188.1.5;
option domain-name "emozzart.com";
option routers 192.168.0.1;
option broadcast-address 192.168.0.255;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
} 



save dan exit


Konfigurasi diatas berarti Server DHCP menyiapkan IP address antara 192.168.0.100-192.168.0.200, Gateway 192.168.0.1, DNS 202.188.0.133 dan 202.188.0.5


 Metode MAC Address


Metode ini memberikan IP statik ke client berdasarkan MAC Addres dari network card client.

Buka file dhcp.conf :
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 192.168.1.255;
option routers 192.168.1.254;
option domain-name-servers 192.168.1.1, 192.168.1.2;
option domain-name “yourdomainname.com”;
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.1.10 192.168.1.200;
}
host client1{
hardware ethernet 00:1b:63:ef:db:54;
fixed-address 192.168.1.20;
}
host client2{
hardware ethernet 00:0a:95:b4:d4:b0;
fixed-address 192.168.1.21;
}
host client3{
hardware ethernet 00:16:cb:aa:2a:cd;
fixed-address 192.168.1.22;
}
host client4{
hardware ethernet 00:0a:95:f5:8f:b3;
fixed-address 192.168.1.23;
} 


Kemudian restart service DHCP nya 

sudo /etc/init.d/dhcp3-server restart  


Nah DHCP server sudah terinstall


Konfigurasi Client DHCP


Buka Interface :sudo vi /etc/network/interfaces

Kemudian edit :

auto lo eth0
iface eth0 inet dhcp
iface lo inet loopback
sdsd

Restart network :

sudo /etc/init.d/networking restart 

Akhirnya selesai sudah proses instalasi dan konfigurasi DHCP. Oke sekian semoga bisa membantu sobat2 blogger sekalian..

Selamat mencoba^^

Rabu, 19 Oktober 2011

SSH - SFTP - SCP

Hallooooo sobat blogger...
minggu ini adalah minggu yang super sibuk buat saya, bnyak kegiatan di luar kampus dan membuat saya pada akhirnya 3L, apaan yok?
Lemes, Lesu , Lapaaaarr.. loh?? hhaha
Ya emang gitu kenyataan nya --"
Tapi saya bru ingat, ada sesuatu yg saya lupa..
ya tugas yang sminggu lalu di berikan dosen saya..
nyaris saja lupa.. hhehe
langsung aja deh, kali ini yang saya bahas adalah lagi2 mengenai jaringan. Hmm, penasaran kan?
Okeh cekidot....



SSH ( Secure Shell )

Apa itu SSH? Secure Shell atau SSH adalah protokol jaringan yang memungkinkan pertukaran data melalui saluran aman antara dua perangkat jaringan. Terutama banyak digunakan pada sistem berbasis Linux dan Unix untuk mengakses akun shell, SSH dirancang sebagai pengganti Telnet dan shell remote tak aman lainnya, yang mengirim informasi, terutama kata sandi, dalam bentuk teks sederhana yang membuatnya mudah untuk dicegat.SH merupakan protokol jaringan yang juga bisa mengakomodasi transfer data melalui chanel yang aman antar 2 komputer.
Enkripsi yang digunakan oleh SSH menyediakan kerahasiaan dan integritas data melalui jaringan yang tidak aman seperti Internet. SSH menggunakan kriptografi kunci publik untuk mengotentikasi komputer remote dan biarkan komputer remote untuk mengotentikasi pengguna, jika perlu. SSH biasanya digunakan untuk login ke mesin remote dan mengeksekusi berbagai perintah, tetapi juga mendukung tunneling, forwarding TCP port dan X11 connections; itu dapat mentransfer file menggunakan terkait SFTP atau SCP protocols. SSH menggunakan klien-server model. Yang standar TCP port 22 telah ditetapkan untuk menghubungi server SSH. Sebuah klien program SSH ini biasanya digunakan untuk membangun koneksi ke SSH daemon untuk dapat diremote. Keduanya biasanya terdapat pada sistem operasi modern, termasuk Mac OS X, Linux, FreeBSD, Solaris dan OpenVMS. Tersedia versi berpemilik, freeware dan open source untuk berbagai tingkat kerumitan dan kelengkapan.

SSH menggunakan kriptografi public key untuk melakukan autentikasi remote komputer dan untuk mengizinkan user yang sudah terautentifikasi melakukan remote komputer.
Instalasi SSH

#sudo apt-get install openssh-server 

Dan untuk melakukan remote akses ke server ssh melalui koneksi ssh dengan mengetikan perintah :
#ssh ip_addresss

SSH lebih aman :
  • Pada saat awal terjadinya koneksi, client melakukan pengecekan apakah host yang dihubungi sudah terdaftar pada client atau tidak
  • Client mengirimkan proses autentifikasi ke server menggunakan teknik enkrisp 128 bit
  • Semua data yang dikirimkan dan diterima menggunakan teknik enkripsi 128 bit sehingga sangat sulit dibaca tanpa mengetahui kode enkripsinya.

SFTP ( Secure FTP )
 
SFTP (Secure FTP) adalah pengganti FTP yang populer. Dibangun pada SSL, SFTP sama amannya seperti HTTPS. Dan FTP clients yang paling modern, seperti filezilla, mendukung FTP dan SFTP. SFTP menawarkan serangkaian fitur sangat mirip dengan FTP dan bisa digunakan dengan mudah seperti FTP, meskipun kerjanya cukup berbeda.
Setiap sistem Windows, MacOS X dan Linux sudah mempunyai standar dengan baris perintah program yang sederhana yaitu FTP Clients. Dan MacOS X dan Linux juga memiliki klien baris perintah SFTP sebagai perlengkapan standar. Selain itu, MacOS X mendukung koneksi ke server FTP dengan cara user-friendly.

Instalasi SFTP pada ubuntu :

$ sudo apt-get install vsftpd

Kalo udah terinstal kemudian coba dengan perintah berikut :

$ ssh username@ip port
Contoh : $ sftp emozzart@192.168.145 –p50004




SCP ( Secure Copy )
Secure Copy atau SCP merupakan fasilitas untuk melakukan transfer data secara terenkripsi dari satu komputer ke komputer lainnya. Protokol ini berjalan pada port 22, dan membutuhkan akses shell (apabila linux) pada kedua server.
Karena paket data yang ditransfer terlebih dahulu dienkripsi, maka akan terjadi degradasi kecepatan transfer data tersebut, sekitar 60-70% lebih lambat dari pada apabila menggunakan FTP ataupun wget dari HTTP.
Berikut beberapa contoh penggunaan SCP untuk melakukan transfer data; Gantikan username dengan username anda di pc remote dan ip.address.pc.remote dengan ip address pc remote. Sesuaikan juga informasi path dan nama file dengan kondisi anda.



Cara Copy Data dengan SCP :

$ scp data username@ip 

Kopi “file.txt” dari komputer remote ke komputer lokal kita :

1.scp username@ip.address.pc.remote:/path/di/pc/remote/file.txt /path/pc/lokal/
Kopi “file.txt” dari komputer lokal ke komputer remote;

1.scp /path/pc/lokal/file.txt username@ip.address.pc.remote:/path/di/pc/remote/
Kopi direktori “dirlokal” di pc local ke dalam direktori “dirremote”  di pc remote

1.scp -r /path/pc/lokal/dirlokal username@ip.address.pc.remote:/path/di/pc/remote/dirremote
Kopi “file.txt” di pc remote A ke pc remote B

1.scp username@ip.address.pc.A:/path/pc/A/file.txt username@ip.address.pc.B:/path/di/pc/B/
Mengkopi secara recursive isi direktori dapat dilakukan dengan *, begitu juga denga multiple file dapat dilakukan melalui filter regex lainnya.

Contoh : $ scp adminjar.txt emozzart@192.168.145

Perbedaan SSH dan Telnet

     Telnet memiliki
  • Proteksi
  • Enkripsi
  • Melindungi Password

SSH memiliki :
  • Keamanan yang telah ditingkatkan secara signifikan untuk koneksi
  • Path komunikasi yang telah dienkripsikan diantara 2 host mil jaringan yang tidak aman dan tidak terpercaya seperti internet
  • SSH mencegah password perngguna dan data sensitive lain dari para hacker
Disini dapat kita lihat SSH memberikan alternatif yang secure terhadap remote session tradisional dan file transfer protocol seperti telnet dan relogin.Protokol SSH mendukung otentikasi terhadap remote host, yang dengan demikian meminimalkan ancaman pemalsuan identitas client lewat IP address spoofing maupun manipulasi DNS. Aplikasi seperti Telnet tidak menggunakan enkripsi sedangkan SSH dilengkapi dengan enkripsi.
Sebab itulah SSH (Secure Shell) dapat memberi keamanan yang lebih daripada Telnet atau rlogin. Banyak orang menggunakan Telnet sebagai aplikasi jaringan mereka. Sebenarnya hal tersebut kurang begitu aman sebab dalam proses mengirim atau menerima data memungkinkan sesion kita terlihat dalam bentuk text. Sehingga orang yang jahil yang masuk ke network kita dapat mengetahui username, password, atau perintah-perintah yang kita baca.

 Selamat Mencoba ^^


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons